Hari ini. Entah untuk keberapa kali, gw memberikan kenangan buruk dalam hidup gw. Entah kenapa tingkah laku gw ga ada perubahan atau bahkan ga akan bisa diubah. Blog gw, blog yang tadinya akan gw jadikan sebagai diary online gw, malah bikin temen gw kesel sama gw, dan termasuk juga orang yang gw suka. Mungkin mereka ga bilang bahwa mereka secara tidak langsung merasa dirugikan atas tulisan di blog gw itu. Tapi gw tau, itu cuma reaksi umum manusia yang merasa tidak enak kepada orang yang dikenalnya. Lagipula, walaupun kejadian itu merupakan dampak negatif dari suatu ketidaksengajaan ( perlu diketahui, masalah ini mucul karena blog gw itu ditemukan secara tidak sengaja oleh temennya temen gw itu ), tetap saja sudah sepantasnya gw berpikir ulang mengenai apa yang gw tulis di situ. Fine, memang secara egois bisa dikatakan bahwa itu adalah blog pribadi gw, di mana gw bebas menyampaikan dan menuliskan seluruh isi pikiran dan perasaan gw, tapi, pada akhirnya jika hal tersebut merugikan orang lain, tidak mungkin lagi kita bisa memaksakan kehendak kita untuk melanjutkan kesalahan tersebut. Dan hal itu lah yang terjadi pada gw, yang baru gw ketahui hari ini, setelah gw ketemu temen gw itu.
Dan kesalahan gw selanjutnya, karena ketidak tahuan gw, gw malah bertanya kepada orang yang gw suka apakah dia pernah searching dengan keywords bla bla bla? Yang sudah sepatutnya gw tau bahwa hal tersebut beresiko menimbulkan keingin tahuan dari orang yang gw tanyakan. Resiko tersebut terjadi. Dia liat blog gw yang sebetulnya tidak seharusnya dilihat oleh para pihak yang tertulis di situ. Bodoh? Ya gw bodoh. Goblok? Mungkin lebih tepatnya otak gw udah ga bisa memproses mana yang seharusnya gw lakukan dan apa yang seharusnya hanya gw pikirkan. Bahkan stigma yang ada di dalam diri gw makin memperburuk keadaan dengan menuliskan seluruh pemikiran gw dengan nama-nama para pihak yang secara jelas tertera di tulisan gw itu. Apa bisa diubah? Ya. Seharusnya. Dengan niat dan tindakan yang tepat. Tapi entah kenapa sampai saat ini, menulis adalah satu-satunya cara untuk mengungkapkan seluruh isi di dalam otak dan hati gw.
Selama ini, secara jujur, gw akan mengatakan bahwa keceriaan gw di depan umum adalah sebuah rekayasa dan akting dari gw. Gw ga pernah merasa benar-benar senang. Yang jelas setiap hari perasaan gw selalu menyedihkan. Membuat gw semakin dan semakin merasa hidup gw tidak ada gunanya. Keceriaan gw itulah yang menjadi tameng dari keaslian diri gw. Gw ga pernah mau orang tau apa yang sedang gw rasakan ( kecuali keceriaan dan kegembiraan ). Di lain pihak, hal tersebut pun gw jadikan sebagai sarana untuk membahagiakan orang lain. Kalaupun ada yang merasa tersakiti dengan tindakan atau perkataan gw, percayalah, gw ga ada maksud untuk itu. Gw merasa bahagia jika gw bisa membuat orang lain bahagia. Tersenyum saat orang-orang di sisi gw tersenyum. Kalopun gw membuat orang lain merasa sedih, itu bukan maksud gw. Pasti ada alasan tepat yang tidak bisa gw katakan kenapa gw melakukan hal tersebut.
Hidup gw memang menyedihkan. Sudah dari dulu hidup gw menjadi suatu bumerang yang pada akhirnya menyerang kebebasan diri gw sendiri. Keinginan-keinginan dan kebiasaan-kebiasaan gw menjadi suatu momok buruk yang menyenangkan, sekaligus menyakitkan. Tidak ada satupun alasan yang bisa membuat gw menghargai hidup. Yang gw tau, hidup gw harus berguna, bermanfaat, dan bisa menyenangkan orang lain. Dan di saat gw merasa keberadaan gw sudah tidak dibutuhkan, atau malah merugikan, gw akan pergi. Menyedihkan? Ya. Tapi itulah prinsip gw.
Inilah hidup gw. Sangat menyedihkan. Dengan tindakan-tindakan mengerikan dan aneh yang gw lakukan sebagai respon dari kesalahan-kesalahan yang gw perbuat, menjadi linglung dan kebingungan di saat tidak memiliki cukup niat untuk memperbaiki kesalahan itu, yang pada akhirnya membuat gw kembali pada kebiasaan melukai dan menyakiti diri gw untuk menghilangkan rasa sedih dan seluruh perasaan tidak menyenangkan yang menyerang hati dan otak gw. Melihat darah sendiri, melukai diri sendiri, yang menurut sebagian orang merupakan hal terbodoh dan teraneh, adalah hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan untuk gw secara pribadi. Setiap goresan yang ada di tangan gw menunjukkan jumlah kesalahan gw, sedangkan lebar luka tersebut merupakan perwakilan dari seberapa besar kesalahan yang sudah gw perbuat. Freak? Ya. Inilah gw. Orang freak yang seharusnya tidak dilahirkan di dunia, atau lebih tepatnya sudah seharusnya dimusnahkan dari dunia ini.
Secara pribadi, gw ingin meminta maaf kepada seluruh orang yang pernah merasa kesal, marah, dan tersakiti oleh setiap tindakan gw, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun tulisan. Gw berharap suatu saat, jika waktu gw udah datang, gw bisa pergi dengan tenang dan dengan tidak menyisakan utang maaf dan jasa kepada orang-orang yang mengenal gw, ataupun yang tidak mengenal gw. Gw berharap beban gw tidak bertambah agar kepergian gw pun tidak dipersulit. Sekali lagi gw minta maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.