THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 22 Mei 2012

It's My Life - So Pathetic

Hari ini. Entah untuk keberapa kali, gw memberikan kenangan buruk dalam hidup gw. Entah kenapa tingkah laku gw ga ada perubahan atau bahkan ga akan bisa diubah. Blog gw, blog yang tadinya akan gw jadikan sebagai diary online gw, malah bikin temen gw kesel sama gw, dan termasuk juga orang yang gw suka. Mungkin mereka ga bilang bahwa mereka secara tidak langsung merasa dirugikan atas tulisan di blog gw itu. Tapi gw tau, itu cuma reaksi umum manusia yang merasa tidak enak kepada orang yang dikenalnya. Lagipula, walaupun kejadian itu merupakan dampak negatif dari suatu ketidaksengajaan ( perlu diketahui, masalah ini mucul karena blog gw itu ditemukan secara tidak sengaja oleh temennya temen gw itu ), tetap saja sudah sepantasnya gw berpikir ulang mengenai apa yang gw tulis di situ. Fine, memang secara egois bisa dikatakan bahwa itu adalah blog pribadi gw, di mana gw bebas menyampaikan dan menuliskan seluruh isi pikiran dan perasaan gw, tapi, pada akhirnya jika hal tersebut merugikan orang lain, tidak mungkin lagi kita bisa memaksakan kehendak kita untuk melanjutkan kesalahan tersebut. Dan hal itu lah yang terjadi pada gw, yang baru gw ketahui hari ini, setelah gw ketemu temen gw itu.


Dan kesalahan gw selanjutnya, karena ketidak tahuan gw, gw malah bertanya kepada orang yang gw suka apakah dia pernah searching dengan keywords bla bla bla? Yang sudah sepatutnya gw tau bahwa hal tersebut beresiko menimbulkan keingin tahuan dari orang yang gw tanyakan. Resiko tersebut terjadi. Dia liat blog gw yang sebetulnya tidak seharusnya dilihat oleh para pihak yang tertulis di situ. Bodoh? Ya gw bodoh. Goblok? Mungkin lebih tepatnya otak gw udah ga bisa memproses mana yang seharusnya gw lakukan dan apa yang seharusnya hanya gw pikirkan. Bahkan stigma yang ada di dalam diri gw makin memperburuk keadaan dengan menuliskan seluruh pemikiran gw dengan nama-nama para pihak yang secara jelas tertera di tulisan gw itu. Apa bisa diubah? Ya. Seharusnya. Dengan niat dan tindakan yang tepat. Tapi entah kenapa sampai saat ini, menulis adalah satu-satunya cara untuk mengungkapkan seluruh isi di dalam otak dan hati gw.

Selama ini, secara jujur, gw akan mengatakan bahwa keceriaan gw di depan umum adalah sebuah rekayasa dan akting dari gw. Gw ga pernah merasa benar-benar senang. Yang jelas setiap hari perasaan gw selalu menyedihkan. Membuat gw semakin dan semakin merasa hidup gw tidak ada gunanya. Keceriaan gw itulah yang menjadi tameng dari keaslian diri gw. Gw ga pernah mau orang tau apa yang sedang gw rasakan ( kecuali keceriaan dan kegembiraan ). Di lain pihak, hal tersebut pun gw jadikan sebagai sarana untuk membahagiakan orang lain. Kalaupun ada yang merasa tersakiti dengan tindakan atau perkataan gw, percayalah, gw ga ada maksud untuk itu. Gw merasa bahagia jika gw bisa membuat orang lain bahagia. Tersenyum saat orang-orang di sisi gw tersenyum. Kalopun gw membuat orang lain merasa sedih, itu bukan maksud gw. Pasti ada alasan tepat yang tidak bisa gw katakan kenapa gw melakukan hal tersebut.

Hidup gw memang menyedihkan. Sudah dari dulu hidup gw menjadi suatu bumerang yang pada akhirnya menyerang kebebasan diri gw sendiri. Keinginan-keinginan dan kebiasaan-kebiasaan gw menjadi suatu momok buruk yang menyenangkan, sekaligus menyakitkan. Tidak ada satupun alasan yang bisa membuat gw menghargai hidup. Yang gw tau, hidup gw harus berguna, bermanfaat, dan bisa menyenangkan orang lain. Dan di saat gw merasa keberadaan gw sudah tidak dibutuhkan, atau malah merugikan, gw akan pergi. Menyedihkan? Ya. Tapi itulah prinsip gw. 

Inilah hidup gw. Sangat menyedihkan. Dengan tindakan-tindakan mengerikan dan aneh yang gw lakukan sebagai respon dari kesalahan-kesalahan yang gw perbuat, menjadi linglung dan kebingungan di saat tidak memiliki cukup niat untuk memperbaiki kesalahan itu, yang pada akhirnya membuat gw kembali pada kebiasaan melukai dan menyakiti diri gw untuk menghilangkan rasa sedih dan seluruh perasaan tidak menyenangkan yang menyerang hati dan otak gw. Melihat darah sendiri, melukai diri sendiri, yang menurut sebagian orang merupakan hal terbodoh dan teraneh, adalah hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan untuk gw secara pribadi. Setiap goresan yang ada di tangan gw menunjukkan jumlah kesalahan gw, sedangkan lebar luka tersebut merupakan perwakilan dari seberapa besar kesalahan yang sudah gw perbuat. Freak? Ya. Inilah gw. Orang freak yang seharusnya tidak dilahirkan di dunia, atau lebih tepatnya sudah seharusnya dimusnahkan dari dunia ini.

Secara pribadi, gw ingin meminta maaf kepada seluruh orang yang pernah merasa kesal, marah, dan tersakiti oleh setiap tindakan gw, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun tulisan. Gw berharap suatu saat, jika waktu gw udah datang, gw bisa pergi dengan tenang dan dengan tidak menyisakan utang maaf dan jasa kepada orang-orang yang mengenal gw, ataupun yang tidak mengenal gw. Gw berharap beban gw tidak bertambah agar kepergian gw pun tidak dipersulit. Sekali lagi gw minta maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.

Minggu, 20 Mei 2012

Mother of Christ - 2112618

Posting lagi. Entah udah berapa lama gw ga posting di blog gw yang ini. Blog pribadi gw. Dan akhirnya, gw posting sekarang. Postingan kali ini, gw mau bercerita tentang salah satu kegilaan gw ( dan mungkin cukup freak untuk orang seperti gw ), yaitu suka sama dosen. Dosen gw itu baru berumur sekitar 25 tahun saat ini, yang berarti beda sekitar 4 tahun dari gw ( lebih tua dia ). Inisialnya M U. Entah ada nama tambahan atau ga. Awalnya gw tau itu kalo ga salah pas semester 2. Namanya juga gw. Kalo ada cewe cantik di kampus pasti informan gw cepet ngabarinnya. Haha. Tapi kali ini berbeda. Bukan sekedar mahasiswa. Tapi seorang dosen. Dosen coy. Untuk mata kuliah Hukum Pidana dan BIKH. Mengerikan ga tuh. Haha

Pas gw tau, gw terlalu interest. Biasa aja. Trus pas liat di koridor, bagaimana penampilannya, finally, love at the first sight. Wkwk. Memang. Gw bisa jamin sebagian temen gw juga suka sama dia. Termasuk temen gw yang bernama Pandegha. Saingan gw itu. Tapi fokus dan tetap bersih saingannya. Haha. Sangat lama gw berharap bisa kenalan sama dia. Yaa, setidaknya hanya sekedar formalitas kenal aja udah cukup kok. Tau nama, salaman, enough. 1 semester lebih gw lewati hanya dengan memandangi dan berharap. Tiap doi lewat, pasti mata gw selalu tertuju padanya ( lebay ). Haha. Nyari info sana-sini. Bahkan saking banyaknya info yang gw dapet, malah bikin gw pusing sendiri. Ada yang bilang ini, itu, beda-beda setiap orang. Sampe akhiirnya sekitar 2 minggu yang lalu, gw bisa ngomong sama doi, walaupun dengan beralasan nanya tugas.

Beberapa hari berlalu. Tiba-tiba gw diajak temen gw yang namanya Risma buat ikutan lomba. Lomba karya tulis. Dan katanya pembimbingnya Bu M U. Maka ikutlah gw. Hari minggu kemaren, gw sama Risma dateng ke ruang seminar. Ketemu Bu M U, soalnya dia lagi jadi ketua lokasi buat USM Unpar. Pas dateng dan bilang gw ikut lomba. Pada ga percaya. Ketawa haha hihi. Yaa, setidaknya not bad lah buat komunikasi pertama. Setelah itu, setiap hari gw ke ruangan dia sampe terakhir hari rabu kemarin. Cuma 4 hari berturut-turut gw ketemu dia. Tapi, bikin gw makiiiin... Hmm -_-. 

Kenapa pada akhirnya gw curcol di sini? Karna itu lah mimpi gw. This is one of some big dream of me, Karel. A big dream that will never come true. Terlalu sulit untuk diusahakan. Maka, gw harus melupakan hal itu. Menyedihkan. Apalagi dengan keadaan gw yang seperti ini. Jangankan dapetin cewe yang 4 tahun lebih tua dari gw, udah dapet gelar S2, jauh lebih pinter dari gw, cantik, bisa dapetin siapapun yang dia mau, ditambah status sebagai dosen dan gw hanya mahasiswa. So, that's my fuckin hopeless thing. But my feeling is never gone. Kalo kata Almarhumah Whitney Housten, I will always love you. Hahaha

Oh iya, dan kenapa judul postingan gw ini Mother of Christ - 2112618? Mother of Christ atau Ibu Kristus itu kan M.... 2112618, kalo dipisah jadi 21 12 6 1 8. Yang kalo pake sandi angka jadinya U . . . . Jadi kalo digabung, M.... U.... Hahahaha